Beasiswa S2/S2 di Universitas Sains dan Teknik Raja Abdullah

Posted on July 18, 2013

0


Beasiswa (Fellowship)

Beasiswa yang diberikan oleh KAUST berjumlah total 75000 USD/tahun:

  • Uang saku bulanan: 25000 USD/tahun, naik menjadi 30000 USD/tahun setelah lulus melewati kandidasi PhD/lulus ujian kualifikasi PhD)
    • Uang saku diberikan setiap bulan pada tanggal 25, dalam mata uang riyal (SAR). 7800 SAR untuk mahasiswa PhD yang belum lulus kualifikasi, 9300 SAR untuk PhD yang sudah lulus kualifikasi.
  • Biaya kuliah: 35000 USD/tahun (uang ini sudah otomatis dipotong oleh KAUST, sehingga tidak ada proses bayar-membayar oleh mahasiswa).
  • Rumah tinggal, Asuransi kesehatan, Tiket pesawat pulang pergi ke Indonesia (15000 USD/tahun)
    • Rumah tinggal: disediakan rumah yang sudah dilengkapi dengan furniture lengkap (tempat tidur, lemari, meja), TV, internet, AC, kamar mandi dalam, kulkas, microwave, mesin cuci, mesin pengering pakaian dll.
      • Untuk mahasiswa master, disediakan 1 unit rumah, dan akan di-share dengan 3-4 orang mahasiswa lainnya.
      • Untuk mahasiswa PhD, 1 unit rumah untuk 1 mahasiswa (no-sharing).
      • Untuk mahasiswa yang sudah berkeluarga, akan disediakan tipe rumah yang lebih besar (2 tempat tidur).
    • Asuransi kesehatan
      • Gratis biaya dokter dan obat ketika sakit.
      • Gratis kacamata setiap tahun: 500 SAR untuk kaca, 250 SAR untuk frame.
      • Gratis biaya melahirkan bagi istri mahasiswa (termasuk biaya inap, obat, dan operasi melahirkan itu sendiri).
      • Gratis periksa/scaling gigi 2 kali setahun.
    • Tiket pesawat pulang-pergi ke Indonesia
      • Gratis tiket pesawat pulang pergi ke Indonesia senilai 4600 SAR sekali setahun. Harga normal tiket PP ke Indonesia yang dibeli jauh hari sebelum kerangkatan sekitar 2500 SAR (namun, tetap akan diberikan uang 4600 SAR).
      • Jika mahasiswa sudah berkeluarga, maka tiket pesawat yang di cover sesuai dengan jumlah anak dan istri. Misal, anak 2, istri 1, maka uang tiket = (1+1+2)*4600 SAR.

Selain keuntungan materil berupa beasiswa yang telah dijelaskan diatas, banyak keuntungan keuntungan non-material lain yang dapat diperoleh, antara lain:

  • Memiliki kesempatan research dengan professor-professor ternama di dunia serta menggunakan fasilitas research yang paling mutakhir. Dengar 10 milliar dollar hasil dari sumbangan Raja Abdullah, kampus ini dapat menggiurkan banyak professor ternama dengan renumerasinya dan membeli fasilitas-fasilitas research yang mahal.
  • Bagi mahasiswa muslim, kamu berkesempatan mengunjungi tempat-tempat suci dalam Islam seperti Makkah dan Madinah. KAUST menyediakan jasa transportasi bus secara gratis untuk mengunjungi tempat tersebut bagi yang mau Umrah. Bus biasanya berangakat setiap Rabu dan Kamis. Jadi dalam 1 minggu, kamu bisa umrah 2 kali secara gratis. Bayangkan jika di convert ke dalam materi. Orang di Indonesia susah payah ngumpulkan uang 15 juta rupiah untuk pergi Umrah. Kalau kamu menjadi mahasiswa KAUST, katakanlah akan menempuh PhD dalam 4 tahun, keuntungan total = 4 tahun * 52 minggu * 2 umrah * 15 juta = 6.24 miliar rupiah. :)) Selain itu, kamu juga akan mendapat pendidikan yang berkualitas tanpa harus berisiko kehilangan akhirat (susah menemukan tempat ibadah dan makanan halal).
  • Lingkungan hidup yang penuh dengan bahasa Inggris. Tidak harus ke Inggris untuk bisa bahasa Inggris. Disini kamu bisa berlatih dan semakin menyempurnakan bahasa Inggris kamu. Tidak butuh sama sekali untuk dapat berbahasa Arab, karena semua kegiatan, mulai dari ngobrol dengan Professor, Petugas Administrasi, Pelayan Restauran, Tukang Sapu bahkan Tukang Bersih Kamar mandi,  dalam bahasa Inggris.

Persyaratan umum:

  • IPK (Indeks Prestasi Kumulatif): KAUST tidak menentukan batasan IPK minimum agar dapat diterima.  IPK rata-rata dari mahasiswa yang diterima di KAUST saat ini adalah 3.7 (data dari website resmi KAUST). Berikut statistik IPK mahasiswa Indonesia yang diterima di KAUST (data diperoleh melalui sampling 13 mahasiswa)
    • Untuk pendaftar studi Master:
      • IPK minimum : 3.30/4.0, IPK rata-rata: 3.67/4.0
    • Untuk pendaftar studi PhD:
      • IPK minimum S1: 3.10/4.0, IPK rata-rata: 3.46/4.0
      • IPK minimum S2: 2.90/4.0, IPK rata-rata: 3.64/4.0
  • Kemampuan Berbahasa Inggris: KAUST mensyaratkan nilai minimum TOEFL IBT 79, nilai minimum IELTS 6. Hanya TOEFL iBT atau IELTS resmi yang diterima (yang harganya sekitar 150-an USD), bukan TOEFL prediction atau institution. Nilai rata-rata TOEFL dari seluruh mahasiswa yang diterima KAUST hingga saat ini adalah 96/120. Berikut statistik nilai TOEFL dan IELTS mahasiswa Indonesia yang diterima di KAUST (sampling 13 mahasiswa):
    • TOEFL iBT: nilai minimum: 83/120, nilai rata-rata: 93/120
    • IELTS: nilai minimum: 6.0, nilai rata-rata: 6.25
  • GRE (Graduate Record Examination): KAUST sangat menganjurkan pendaftar untuk menyertakan nilai GRE, tetapi tidak diharuskan . Dari sampling 13 mahasiswa Indonesia yang diterima di KAUST, ternyata hanya 1 orang yang mengumpulkan nilai GRE.
  • Hasil scan dari Transcript S1 dan S2. Hasil scan di upload ke sistem applikasi online. Setelah dinyatakan diterima oleh KAUST, hardcopy transcript harus dikirim lanngsung ke KAUST oleh kampus yang mengeluarkan transkrip.
  • Mengumpulkan Statement of Purpose yang isinya motivasi, persiapan, riset yang kamu minati, dan rencana masa depan kamu. (intinya ngebacot 1 halaman, kamu yakinkan KAUST mengapa mereka harus nerima kamu ( iam gifted student, highly talented, enriched with experience in your research field bla bla bla)
  • Surat rekomendasi dari 3 dosen/professor kamu yang isinya menjelaskan kamu, keahlian kamu, prestasi kamu dll. Jadi intinya harus orang yang benar2 dekat sama kamu (gk harus pak rektor kok kkk). Di submit online, jadi gk perlu ngirim2 pake pos.

Siapa saja yang boleh mendaftar? (Eligibility)

Pada dasarnya semua orang yang memenuhi syarat syarat diatas, boleh saja mendaftar. Namun, karena lokasi kampus KAUST yang terletak di negara Arab Saudi yang identik dengan Islam, berikut akan ditekankan beberapa hal tentang siapa saja yang boleh mendafatar:

  • Siapa saja boleh mendaftar, baik Muslim maupun Non-muslim. Tidak akan ada permasalahan agama pada kampus ini. FYI, lebih dari 50 persen kampus ini dipenuhi oleh warga Bule dari Eropa, Amerika, Meksiko, India, Filipina, dan Cina. Jadi bisa dipastikan tidak akan ada permasalahan agama apalagi dipaksa untuk pindah memeluk suatu agama tertentu. Sampai saat ini, ada 3 mahasiswa Indonesia non-muslim dan telah lulus dari KAUST (Kesempatan terbukan bagi muslim maupun nonmuslim). Jadi, jangan ragu bagi yang nonmuslim untuk mendaftar.
  • Laki-laki dan perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk dapat diterima. Penekanan untuk pendaftar wanita, wanita tidak harus didampingi Mahramnya sewaktu kuliah disini (Tidak harus menikah dahulu atau membawa suami).
  • Tidak ada perbedaan kesempatan antara calon mahasiswa yang belum atau sudah berkeluarga. Bahkan, untuk mahasiswa yang sudah berkeluarga dan ingin membawa keluarganya akan diberikan fasilitas lebih, seperti rumah tinggal yang lebih besar dan tiket pesawat pulang pergi yang juga mengcover tiket pesawat untuk anak dan istri/suami.

Bagaimana cara daftarnya?

Pada prinsipnya, proses pendaftaran dimulai dengan pencarian calon profesor pembimbing S2/S3 kita. Biasanya calon mahasiswa memulai perburuannya dengan browsing website KAUST dan melihat lihat profil profesor yang memiliki bidang penelitian yang cocok dengan minat dan latar belakang penelitian calon mahasiswa.

jeddeeeer!!! nemu tuh calon profesornya.. langsung aja hubungi beliau… kirim email langsung, tanya apakah beliau tertarik untuk merekrut murid baru. kalau emang prof nya pengen emang ada niatan nerima mahasiswa dan tertarik sama kamu, biasanya gak akan pake lama balas emailnya. klo gak dibalas balas, ada baiknya dicoba lagi kirim email kedua setelah selang beberapa waktu. klo tetap gak dibales bales, ya berarti kaust dengan 25000 usd/tahunnya belum jodoh anda. mungkin berjodoh ditempat lain.

tips: ada beberapa teman disini, mereka tebar email ke banyak profesor, untuk memperbesar peluang mereka diterima. bahkan ada yang malah dibalas oleh 3 profesor sekaligus sampe bingung milih profesor yang mana. 🙂

next, biasanya setelah prof balas email, mereka akan minta untuk ngatur jadwal interview, untuk mastikan klo calon mahasiswa nya pas dan cocok (kayak “fit and proper test” kali ya). Kalau mereka tertarik dengan kamu, mereka akan nyuruh kalian daftar online (implicit) atau malah ada yang langsung bilang “ok, i agree to be your PhD sponsor” (explicit).

Batas Akhir Pendaftaran (Application Deadline)

Normalnya, untuk yang ingin memulai kuliah pada Januari, deadline pendaftaran ialah pada 1 November (hanya dibuka untuk Program PhD/S3). Untuk yang ingin memulai kuliah pada September, deadline pendaftaran pada 15 January (terbuka untuk Master dan PhD). Pengumuman berkisar sekitar 2 atau 3 bulan setelah deadline pendaftaran.

Tetapi, jika memang berkas applikasi kamu sangat bagus dan memukau, bukan tidak mungkin kamu tetap bisa mendaftar walau sudah melewati deadline dan diluluskan. Contoh kasus, ada teman disini yang baru mendaftar bahkan setelah hasil penjaringan resmi diumumkan (artinya udah telat banget daftarnya, yang lain udah nerima hasil, dia baru mau daftar, bahkan baru mau test TOEFL :)), tetapi karena qualitas pendaftar sangat bagus dan professor yang dituju udah kepelet mati-matian, jadi akhirnya tetap bisa diusahakan diluluskan agar bisa mulai perkuliahan secepatnya.

Catatan: Beasiswa diterima dalam Saudi Arabi Riyal (SAR). 1 SAR ~ 2500 rupiah.

Advertisements
Posted in: Unek unek