Awal Mula KAISTINA: my viewpoint

Posted on July 31, 2013

0


Assalamu’alaikum

Halo semuanya… 🙂

Perkenalkan nama saya Ditho, alumni Master di Mechanical Engineering KAIST 2010-2012. Bisa dibilang, saya merupakan salah seorang yang sudah menyaksikan perjalan KAISTINA mulai dari kandungan sampai sekarang sudah beregenerasi beberapa kali. Disini saya ingin bercerita tentang sejarah KAISTINA dari sudut pandang saya, yang mudah-mudahan dapat diterima oleh sesepuh-sesepuh KAISTINA lainnya hehehe :).

Berdirinya KAISTINA tidak terlepas dari faktor eksternal dan internal mahasiswa indonesia di KAIST pada saat itu.

Dari sisi internal, jumlah mahasiswa Indonesia yang semakin melonjak, membuat sebagian dari kami sering melakukan acara kumpul kumpul. Karena itulah, KAISTINA dibentuk agar ada koordinator tetap dalam kegiatan kumpul kumpul tersebut dan lebih menjangkau semua elemen warga Indonesia di KAIST, baik yang mahasiswa regular, mahasiswa pertukaran, postdoc, serta suami/istri dari mahasiswa Indonesia di KAIST. Karena mau tidak mau, biasanya di dalam suatu komunitas, ada beberapa orang yang enggan untuk ikut kumpul kumpul, merasa terkucilkan, dan malu untuk memulai untuk ikut gabung (takut dikira SKSD kali ya hehehe). Nah inilah yang ingin kami minimalisir pada waktu itu, agar semua warga Indonesia mempunyai rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang erat (nyuci piring bersama, belanja bersama dan masak bersama hehehe)

Dari sisi eksternal, dikarenakan letak KAIST di kota Daejeon yang secara geografis berada ditengah tengah Korea selatan, membuat banyak pihak eksternal (orang Indonesia non KAIST) yang sering melakukan kegiatan di KAIST (numpang ngadain acara) dari mulai acara pelatihan kewirausahaan, konferensi ilmiah, kumpul-kumpul partai politik. Pada saat itu, yang menjadi pemicu besar terbentuknya KAISTINA ini adalah konferensi ilmiah, dimana ada pihak luar yang ingin mengadakan acara di KAIST, menghubungi beberapa mahasiswa Indonesia di KAIST dan mengundang khalayak ramai. Namun, mayoritas mahasiswa Indonesia di KAIST sendiri banyak yang tidak tahu tentang acara ini (tahunya telat, dari undangan pihak luar tadi). Kami mahasiswa Indonesia di KAIST agak kesal saat itu, karena seolah seperti “Ada tamu datang kerumah kita, berencana buat acara kawinan, tapi gak ngasih tau yang punya rumah, yang punya rumah malah taunya dari undangan kalau akan ada acara dirumahnya”. Begitulah kira kira analogi yang kami rasa waktu itu.

Langkah konkiritnya adalah ketika 4 orang dari kami yaitu saya sendiri, Bang Donny, Mas Pram, dan Adji, pulang dari main PES di PS Bang Gung-dong, dan makan cheese pizza di Dasarang J. Obrolan tentang masalah tadi pun dilanjutkan. Kami merasa butuh seseorang yang bisa mewakili kami baik ke luar maupun ke dalam KAIST sendiri. Dan akhirnya disepakati bahwa Bang Donny akan memposting ide ini esok harinya di grup Facebook KAISTINA (yang pada waktu itu belum resmi ada). Ternyata respon dari teman lain juga sangat antusias. Kami komunitas Indonesia di KAIST saat itu langsung mengadakan kumpul dan makan bareng dan disepakatilah dibentuknya Tim Formatur KAISTINA yang berisi 7 orang: Bang Donny, Pui, Mbak Nonny, Mas Pram, Gerry, Adji, dan Mas Muttaqin. Melalui perdebatan panjang berminggu-minggu (ini beneran debat lowh hehehe), output dari tim formatur itu adalah GBPK (Garis-Garis Besar Panduan KAISTINA) yang isinya secara umum adalah aturan main di KAISTINA dan mekanisme pemilihan Sekretaris Jendral KAISTINA dan Dewan Presidium. Tidak lama dari itu diadakanlah pemilihan umum pertama KAISTINA dan saya, Alhamdulillah, dipercaya untuk memegang amanah itu.

Sejak saat itu, KAISTINA aktif mengadakan acara acara tiap bulan, bahkan kadang mingguan seperti makan-makan, maen futsal, maen badminton bareng, KSF (KAISTINA Scienctific Forum, thanks to Indra Karnadi untuk idenya ini hehe), sepedaan keliling Daejeon dll. KAISTINA telah cukup dipandang baik di dalam korea maupun di luar korea, dan sumber inspirasi dibentuknya INA-INA lainnya.

Semoga kedepannya KAISTINA tetap dapat menginspirasi, menjaga kekompakan warga Indonesia di KAIST, berperan aktif dalam perpolitikan mahasiswa Indonesia di Korea Selatan secara khususnya dan dunia secara umumnya. Aamiin

Bah… panjang juga rupanya tulisanku… hahahaha… Sekian dululah dari saya.

Salam Hangat,

Ditho

Advertisements
Posted in: Unek unek